Sunday, January 30, 2011

Persalinan normal

Persalinan adalah proses dimulai dengan kontraksi uterus yang menyebabkan dilatasi progresif dari serviks, kelahiran bayi dan plasenta (Asuhan Intrapartum, 2003).

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan dimana janin dan ketuban turun ke dalam jalan lahir dan didorong keluar melalui jalan lahir (Sarwono Prawirohardjo, 2005).

Secara umum persalinan adalah serangkaian kajadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan 37-42 minggu lahir spontan, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.

Menurut tuanya kehamilan :

1. Abortus

Pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gr.

2. Partus immaturus

Pengeluaran buah kehamilan antara 22 minggu dan 28 minggu atau bayi dengan berat badan antara 500 gr dan 999 gr.

3. Partus trematurus

Pengeluaran buah kehamilan antara 28 minggu dan 37 minggu atau bayi dengan berat badan antara 1000 gr dan 2499 gr

4. Partus maturus atau partus aterm

Pengeluaran buah kehamilan antara 37 minggu dan 42 minggu atau bayi dengan berat badan 2500 gram atau lebih

5. Partus postmaturus atau partus serotinus

Pengeluaran buah kehamilan adalah kehamila 42 minggu

Menurut cara persalinan

1. Partus spontan/Biasa

Persalinan yang berlangsung, dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir

2. Partus buatan

Persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar, misalnya ekstraksi vakum dan sectio caesarea (SC)

3. Partus anjuran

Persalinan bila bayi sudah cukup besar untuk hidup diluar, tetapi menimbulkan kesulitan dalam persalinan dan tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin

A. Etiologi (Penyebab) Persalinan

Yang menyebabkan terjadinya persalinan belum diketahui dengan jelas, tetapi banyak fakta yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. Mulanya berupa kombinasi dari faktor hormon dan faktor mekanis.

Beberapa teori yang dikemukakan ialah :

1. Teori penurunan kadar progesteron

Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim sedangkan estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his.

2. Teori oxytocin

Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah, oleh karena itu, timbul kontraksi otot-otot rahim.

3. Keregangan otot-otot rahim

Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung, bila dindingnya teregang karena isinya maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan tinja. Demikian pula dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot rahim sehingga otot-otot makin rentan.

4. Pengaruh janin

Hypofisis dan kelanjar suprenal janin ternyata memegang peranan juga, selain itu, di belakang serviks terletak ganglion servikale. Bila ganglion ini digeser dan ditekan, oleh kepala janin, maka akan timbul kontraksi uterus

5. Teori prostagladin

Berdasarkan hasil percobaan menunjukkan prostagladin dari F2 atau E2 yang diberikan secara intravena dan extra abdominal menimbulkan kontraksi miometrium pada setiap umur kehamilan.

Proses Persalinan Normal

Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu ;

  1. Kala I atau kala pembukaan

Dimulai dari his persalinan yang pertama sampai pembukaan serviks menjadi lengkap (10 cm)

  1. Kala II atau kala pengeluaran

Dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi

  1. Kala III atau kala uri

Dimulai dari lahirnya bayi sampai lahirnya plasenta

  1. Kala IV atau kala pengawasan

Dimulai setelah placenta lahir dean berakhir 2 jam setelah selesai kala III persalinan

( Asuhan Intrapartum, 2003).


Kala I (kala pembukaan)

Inpartu ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effecement) kala I dibagi dalam 2 fase yaitu :

a. fase laten

berlangsung dalam 7-8 jam pembukaan berlangsung lambat pembukaan 3 cm.

b. Fase aktif

Berlangsung dalam 6 jam dan dibagi menjadi 3 fase :

1) Fase akselerasi

Dalam waktu 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm

2) Fase dilatasi maksimal

Dalam waktu 2 jam, pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm

3) Fase deselerasi

Dalam waktu 2 jam, pembukaan berlangsung lambat menjadi 10 cm atau lengkap

( Sarwono Prawirohardjp, 2005).

Kala II (kala pengeluaran)

Pada kala pengeluaran janin, his menjadi kuat dan lebih cepat kira-kira 2-3 menit sekali, karena kepala janin sudah masuk keruang panggaul, sehingga pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflekstoris menimbulkan rasa mengedan.

Karena ada tekanan pada rektum, ibu juga merasa ingin buang air besar (BAB) dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan dalam vulva yang membuka dan perineum meregang. Dengan his dan kekuatan mengedan yang terpimpin, maka lahirlah kepala yang diikuti oleh seluruh badan janin. Pada primigravida, kala II berlangsung rata-rata 1,5 – 2 jam dan pada multigravida ½ - 1 jam.

Kala III (kala pengeluaran uri)

Setelah bayi lahir, uterus keras dengan fundus uteri setinggi pusat. Beberapa saat kemudian, uterus berkontraksi lagi untuk pelepasan dan pengeluaran uri. Seluruh proses biasanya berlangsung 20-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran placenta disertai dengan pengeluaran darah.

Kala IV (kala pengawasan)

Merupakan kala pengawasan selama 2 jam setelah bayi dan uri lahir. Kala IV sangat bermanfaat karena berguna untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum.

B. Gejala (Tanda-tanda Persalinan)

  1. Tanda-tanda permulaan terjadinya persalinan

a. Turunnya kepala masuk pintu atas panggul pada primigravida minggu ke- 36.

b. Timbul perasaan sesak dibagian bawah, di atas simpisis pubis dan sering-sering ingin kencing atau susah kencing (polaisuria) kare kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin.

c. Parut kelihatan lebih melebar karena fundus uteri turun.

d. Terjadinya perasaan sakit di daerah perut dan pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya fleksus yang terletak disekitar serviks (tanda persalinan palsu fase labour).

e. Terjadinya perlukaan serviks yang mulai mendatar dan sekresinya bila bertambah bercampur darah (bloody show).

  1. Tanda-tanda inpartu

a. Rasa sakit karena adanya his yang menjadi lebih kuat, sering teratur.

b. Pengeluaran lendir bercampur darah (bloody show) yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada serviks.

c. Dapat disertai pecahnya ketuban dengan sendirinya.

d. Pada pemeriksaan dalam serviks mengalami perubahan dengan terjadi perlukaan serviks, pendataran serviks, pembukaan serviks.

Faktor-faktor yang berperan dalam persalinan adalah :

1. Kekuatan mendorong keluar/power

Power dibagi menjadi 2 yaitu:

a. Kekuatan primer

Kontraksi uterus involunter yang memadai dari menandai dimulainya persalinan (his)

His ada 2 yaitu :

1) His pendahuluan/his palsu

Merupakan peningkatan dari kontraksi dari Braxton hicks

2) His persalinan

Merupakan his yang bersifat nyeri yang mungkin disebabkan oleh anoxia dari sel-sel otot-otot saat kontraksi, tekanan pada ganglia dalam cerviks dan segmen bawah rahim oleh serabut-serabut otot yang berkontraksi, cerviks yang meregang lurus atau regangan dan tarikan ada peritoneum saat kontraksi, kontraksi rahim bersifat berkala dan yang diperhatikan dalam his adalah:

a) Lamanya kontraksi

Kontraksi berlangsung 45 detik sampai 75 detik

b) Kekuatan kontraksi

Menimbulkan naiknya tekanan intrauterin sampai 35 mmHg kekuatan kontraksi secara klinis ditentukan dengan mencoba apakah jari kita dapat menekan dinding rahim ke dalam

c) Interval antara dua kontraksi

Pada permulaan his timbul sekali dalam 10 menit dan pada kala pengeluaran sekali dalam 2 menit

Menurut faalnya, his dapat dibagi dalam :

1) His pembukaan

His yang menimbulkan pembukaan dari serviks

2) His pengeluaran

His yang mendorong anak keluar dan biasanya disertai dengan keinginan mengejan

3) His pelepasan uri

His yang melepaskan uri

(Sarwono Prawirohardjo,2005).

b. Kekuatan sekunder

Apabila serviks berdilatasi, maka dimulai untuk mendorong yang memperbesar kekuatan kontraksi involunter (tenaga mengejan). Tenaga mengejan merupakan tenaga yang mendorong anak keluar selain his, terutama disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peninggian tekanan intraabdominal. Tenaga mengejan ini hanya efektif jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim.

2. Faktor Janin/Kondisi Janin/Passenger

Janin bergerak disepanjang lahir merupakan akibat interalis beberapa faktor yaitu ukuran kepala janin, persentasi, letak, sikap, posisi janin.

3. Faktor Jalan Lahir

Pada waktu partus akan terjadi perubahan-perubahan pada uterus, serviks, vagina dari dasar panggul.


C. Penatalaksanaan

1. Kala I

Pengkajian awal

a. Lihat

1) Tanda-tanda perdarahan, mekoneum atau bagian organ yang lahir

2) Warna kulit ibu yang kuning dan kepucatan

b. Tanya

1) Kapan tanggal perkiraan kelahiran

2) Menentukan ibu sudah waktunya melahirkan atau belum

c. Periksa

1) Tanda-tanda penting untuk hipertensi

2) Detak jantung janin untuk bradikardi

Penanganan kala I

a. Menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami, keluarga pasien/teman dekat.

Dukungan yang diberikan:

1) Mengusap keringat

2) Menemani jalan-jalan (mobilisasi)

3) Memberikan minum

4) Merubah posisi

5) Memijat/menggosok pinggang

b. Mengatur aktivitas dan posisi ibu

1) Ibu boleh melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya

2) Posisi sesuai dengan keinginan ibu tapi tidak dianjurkan posisi tidur terlentang

c. Membimbing ibu untuk rileks sewaktu ada his

Ibu diminta menarik nafas panjang, tahan nafas sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup sewaktu his

d. Menjaga privasi ibu

Menggunakan penutup/tirai, tidak menghadirkan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizin pasien.

e. Penjelasan tentang kemajuan persalinan

Menjelaskan perubahan yang terjadi dalam tubuh ibu, serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan

f. Menjaga kebersihan diri

Membolehkan ibu untuk mandi, menganjurkan ibu untuk basuh sekitar kemaluannya setelah BAB dan BAK

g. Mengetahui rasa panas

1) Menggunakan kipas angin/AC dalam kamar

2) Menggunakan kipas biasa

3) Menganjurkan ibu untuk mandi

h. Massase

Jika ibu suka, lakukan massase pada pinggang atau mengusap perut dengan lembut

i. Pemberian cukup minum

Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi

j. Mempertahankan kandung kemih

Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin

k. Sentuhan

Diseuaikan dengan keinginan ibu, memberikan sentuhan pada salah satu bagian tubuh yang bertujuan untuk menguraikan rasa kesendirian ibu selama proses persalinan.

2. Kala II

Selama kala II, petugas kesehatan harus terus memantau :

a. Tenaga atau usaha mengedan dan kontraksi uterus

b. Janin yang penurunan presentasinya dan kembali normal detak jantung bayi setelah kontraksi

c. Kondisi ibu

Penanganan kala II

a. Memberikan dukungan terus menerus

1) Mendampingi ibu agar merasa nyaman oleh keluarga

2) Menawarkan minum, mengipasi dan memijat

b. Menjaga kebersihan diri

1) Ibu tetap dijaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi

2) Bila ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan

c. Mengipasi dan massase

Menambah kenyamanan bagi ibu

d. Memberikan dukungan mental

Untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan ibu, dengan cara :

1) Menjaga privasi ibu

2) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan

3) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu

e. Mengatur posisi ibu

Dalam memimpin mengedan dapat dilihat posisi sebagai berikut :

1) Jongkok

2) Menungging

3) Tidur miring

4) Setengah duduk

Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri, mudah mengedan, kurangnya trauma vagina dan perineum, dan infeksi

f. Menjaga kandung kemih tetap kososng

Anjurkan ibu untuk BAK sesering mungkin, kandung kemih yang penuh dapat menghalangi turunnya kepala dalam rongga panggul

g. Memberikan cukup minum

Memberi tenaga dan mencegah dehidrasi

h. Memimpin mengedan

Pemimpin ibu mengedan selama his, anjurkan pada ibu untuk mengambil nafas

i. Bernafas selama persalinan

Meminta ibu bernafas lagi selagi kontraksi ketika kepala akan lahir, untuk menjaga agar perineum meregang pelan dan mengontrol lahirnya kepala dan mencegah robekan.

j. Pemantauan DJJ

Periksa DJJ setelah setiap kontraksi untuk memastikan janin tidak mengalami brakikardi (<>

k. Melahirkan bayi

1) Menolong kelahiran kepala

2) Periksa tali pusat

3) Melahirkan bahu dan anggota seluruhnya

l. Bayi dikeringkan dan dihangatkan dari kepala sampai seluruh tubuh

Setelah bayi lahir, segera dikeringkan dan diselimuti dengan menggunakan handuk atau sejenisnya, letakkan pada perut ibu dan berikan bayi untuk disusui

m. Merangsang bayi

1) Biasakan dengan melakukan pengeringan, cukup memberikan bayi rangsangan

2) Dilakukan dengan cara mengusap-usap pada bagian punggung atau menepuk telapak kaki bayi.


3. Kala III

Pengkajian awal

a. Palpasi uterus menentukan apakah ada bayi yang kedua, jika ada, tunggu sampai bayi kedua lahir

b. Menilai apakah BBL dalam keadaan stabil, jika tidak bayi segera dirawat

Penanganan kala III

a. Jepit dan gunting tali pusat sedini mungkin

Dengan menjepit tali pusat sedini mungkin akan memulai pelepasan plasenta

b. Memberi oksitosin

Oksitosin merangsang uterus berkontraksi yang juga mempercepat pelepasan plasenta :

1) Oksitosin 10 U IM yang diberikan ketika kelahiran bahu depan bayi jika petugas lebih dari satu dan pasti hanya ada bayi tunggal

2) Oksitosin 10 U IM diberikan dalam 2 menit setelah kelahiran jika hanya satu orang petugas dan hanya ada bayi tunggal

3) Oksitosin 10 U IM dapat diulangi/diberi lagi 15 menit jika belum lahir

4) Jika oksitosin tidak tersedia, lakukan dengan rangsangan puting payudara ibu atau berikan ASI pada bayi guna menghasilkan oksitosin alamiah.

c. Melakukan peregangan tali pusat terkendali atau PTT (Controlled Cord Traction)

PTT mempercepat kelahiran plasenta, begitu sudah terlepas :

1) Satu tangan diletakkan pada corpus uteri tepat di atas simpisis pubis. Selama kontraksi, tangan mendorong uteri dengan gerakan dorsokranial ke arah belakang dan ke arah kepala ibu

2) Tangan yang satu meregang tali pusat dekat pembukaan vagina dan melakukan tarikan tali pusat yang terus-menerus dalam tegangan yang sama dengan tangan ke uterus selama kontraksi

PTT dilakukan hanya selama uterus berkontraksi. Tangan pada uterus merasakan kontraksi, ibu dapat juga memberitahu petugas ketika ia merasakan kontraksi.

d. Massase fundus

Segera setelah placenta dan selaputnya dilahirkan, massase fundus agar menimbulkan kontraksi. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran darah dan mencegah perdarahan post partum

4. Kala IV

Penanganan kala IV

a. Ikat tali pusat

Jika petugas sendirian dan sedang melakukan management aktif kala III, tali pusat diklem, lalu digunting dan memberkan oksitosin segera setelah plasenta dan selaputnya lahir, lakukan massase fundus agar berkontraksi, baru tali pusat diikat dan klem dilepas.

b. Pemeriksaan fundus dan massase

Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua

c. Nutrisi dan hidrasi

Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi, tawarkan ibu makan-makanan dan minuman yang disukai

d. Bersihkan ibu

Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering

e. Istirahat

Biarkan ibu beristirahat karena telah bekerja keras melahirkan bayinya. Bantu ibu pada posisi yang nyaman

f. Peningkatan hubungan ibu dan bayi

Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu bayi, sebagai permulaan dengan menyusui bayinya

g. Memulai menyusui

Bayi sangat siap segera setelah kelahiran. Hal ini sangat tepat untuk memulai memberikan ASI, menyusui juga membantu uterus berkontraksi

h. Menolong ibu ke kamar mandi

Ibu boleh bangun ke kamar mandi, pastikan ibu dibantu dan selamat karena ibu masih dalam keadaan lemah atau pusing setelah persalinan. Pastikan ibu sudah BAK dalam 3 jam post partum

i. Mengajari ibu dan anggota keluarga

Ajari ibu atau anggota keluarga tentang :

1) Bagaimana memeriksa fundus dan menimbulkan kontraksi

2) Tanda-tanda bahaya bagi ibu dan bayi

(Sarwono Prawirohardjo, 2005)

7 comments:

TS Frima said...

hohoho, jadi tau saya :D

FERRY KURNIAWAN said...

panjang amat... ;p

FollBack yah ^^,b
Nubie Bloger
THanks

OEN-OEN said...

wah nulis buku ya hihihihi...

Admin said...

Lengkap banget, kala dalam persalinan ini harus hafal ya buk bidan.

Amatilah Dirimu dan Lingkunganmu dan Perhatikanlah sangat besar Nikmat-Nya kepadamu said...

salam kenal..

Irma Senja said...

wah lengkap sekali infonya, apakah dirimu seorg dokter atau ahli kesehatan mba ?

heuheu...apa kbr mba ? ^^

-Gek- said...

Adoh, serasa baca diktat nih say..
dipersingkat coba infonya..
*perutku jadi mules bacanya.. keinget pas melahirkan dulu.. :D
Have a nice day!

Post a Comment