Monday, June 21, 2010

Perawatan pasca Persalinan

A. Mobilisasi

Karena lelah sehabis bersalin, ibu harus bersalin, tidur terlentang, selama 8 jam pasca persalinan, kemudian boleh miring-miring untuk mencegah trombosis dan trombo emboli, lalu duduk-duduk, jalan-jalan, aktifitas ini tergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka.

A. Diet

Makanan harus bergizi, cukup kalori dan yang mengandung protein, banyak cairan yang dibutuhkan 2,5 liter perhari, konsumsi sayuran, buah-buahan

B. Eliminasi BAK dan BAB

Beberapa wanita mengalami kesulitan BAB dan BAK pada hari pertama setelah melahirka. Untuk BAK, ibu nifas harus berusaha kencing sendiri, setelah 2 jam post partum, bila tidak bisa dengan alami, dan kandung kemih penuh, sebaiknya di lakukan kateterisasi, BAB harus di lakukan 3-4 hari paca persalinan, bila masih sulit BAB dan terjadi obstipasi apalagi berak keras dapat diberikan obat laxan peroral atau perrectal. Jika masih belum bisa dilakukan huknah.

C. Perawatan Payudara

Perawatan mamae dilakukan / telah di mulai sejak wanita hamil supaya puting susu lemas, tidak kering, sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Bila bayi meninggal laktasi harus dihentikan dengan cara :

- Pembalutan mamae sampai tertekan

- Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti tablet lynoral dan parlodet

D. Senam masa nifas

Beripa gerakan-gerakan yang berguna untuk mengencangkan otot-otot abdomen rahim yang sudah menjadi longgar akibat melahirkan.

E. Laktasi

Fisiologi Laktasi

Isapan bayi pada puting

Impuls saraf efferent

Stimulasi pada hipotalamus

Stimulasi hipofise anterior Stimulasi hipofise posterior

Pengeluaran prolaktin pengeluaran oksitosin

Merangsang air susu kontraksi otot polos yang ada

di tingkat alveoli di dalam dinding alveolus

dan di dinding saluran shg

asi di pompa keluar


makin sering menyusui, pengosongan alveolus dan saluran makin

baik, shg kemungkinan terjadi bendungan susu makin kecil


proses laktasi

Ø Pemeriksaan Pasca Persalinan

- Pemeriksaan umum : Tekanan darah, Nadi, Keluhan, dsb

- Keadaan umum : Suhu Badan, Selera Makan, dsb

- Peyudara : ASI, Puting Susu

- Dinding perut, perineum, kandung kemih, rektum

- Sekret yang keluar, misalnya : Lochea, Flour albus

- Keadaan alat-alat Kandungan

· Laktasi / menyusui mempunyai 2 pengertian yaitu produksi dan pengeluaran ASI. Payudara di bentuk sejak embrio berumur 18-19 minggu dan selesai setelah menstruasi dengan terbentuknya estrogen dan progesteron berfungsi untuk produksi ASI di samping hormon lain Insulin, tiroksin.

· Selama kehamilan hormon prolaktin dari placenta meningkat, tetapi biasanya belum keluar karena masih di hambat oleh hormon estrogen dan progesteron yang tinggi pada hari 2 atau 3 pasaca persalinan kadar estrogen dan progesteron turun drastis. Jadi, pengaruh prolaktin lebih dominan dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi dengan penyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu terbentuklah prolaktin oleh hipolaktin. Jadi, sekresi makin timbul karena perangsangan putting susu oleh hisapan bayi.

1. REFLEK PROLAKTIN

Dalam Puting Susu banyak terdapat ujung saraf sensoris, bila di rangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya kelenjar hipotisis bagian depan. Jadi, kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Hormon ini berperan dalam produksi ASI di tingkat Alveoli. Jadi, makin sering rangsangan penyusuan makin banyak ASI yang di produksi.

2. REFLEK ALIRAN

Rangsangan puting susu di teruskan sampai kelenjar hipofisis depan sampai bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini memicu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran. Jadi, asi di pompa keluar, makin sering menyusui, pengosongan alveoli dan saluran makin baik. Jadi, kemungkinan terjadi bendungan makin kecil dan lancar. Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim. Jadi, involusi makin cepat dan baik.

3. Reflek yang penting dalam mekanisme hisapan beyi, yaitu :

a. Reflek Menangkap ( rooting reflek )

Timbul bayi baru lahir tersentuh pipinya, bayi akan menoleh ke arah sentuhan. Bila bibii di rangsang dengan papila mamae, maka bayi akan membuka mulutnya dan berusaha untuk menangkap puting susu.

b. Reflek Menghisap

Timbul apabila di langit-langit mulut di sentuh biasanya oleh puting sebagian besar areola harus tertangkap mulut bayi maka sinus lactiferous yang berada di bawah areola mamae akan tertekan antara gusi, lidah dan palatum

c. Reflek Menelan

Bila mulut bayi terisi ASI ia akan menelanya

4. Nasehat Untuk Post Natal

- Sebaiknya bayi disusui

- Untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarga sebaiknya melakukan KB untuk mengaturjumlah anak

- Fisioterapi post natal sangat baik bila di berikan

- Bawalah bayi anda untuk mempeoleh imunisasi

5. Tanda Dan Bahaya Masa Nifas

- Perdarahan yang hebat dan tiba-tiba meningkat dari vulva

- Pengeluaran dari vagina yang berbau busuk

- Rasa nyeri du bagian bawah abdomen

- Sakit kepala terus-menerus, nyeri epigastrium, pembengkakan di tangan

- Demam, mujntah, sulit BAB

- Payudara tampak merah, panas dan nyeri

- Kehilagan nafsu makan untuk jangka waktu lama

- Rasa nyeri dan bengkak pada kaki

- Merasa sangat letih dan sesak nafas

6. Tigkatkan Psikologis Ibu Post Partum

Tahap I Taking in

- Periode keteganganyang berlangsung hari ke 1-2 setelah melahirkan

- Fokus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri

- Ibu mudah tersinggung menjadi pasif terhalang lingkungan

- Sering menceritakan pengalaman melahirkannya secara berulang-ulang

Tahap II Taking Hold

- Terjadi pada hari ke 3 – hari ke 10, merasaakan ketidak mampuan dan rasa tanggung jawab dalam merawat bayinya

- Perasaan sangat sensitif, mudah tersinggung jika komunikasinya kurang hati-hati

- Memerlukan dukungan yang lebih dari suai dan keluarganya untuk menerima penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya

Tahap III Letting Go

- Menerima tanggung jawab dan peran barunya menjadi ibu. Terjadi setelah 10 hari pasca persalinan

- Sudah mulai menyesuaikan diri ketergantungan bayinya

- Mempunyai keinginan untuk merawat diri dan bayinya sendiri

7. Kujungan Nifas Memenuhi Kebijakan Pemerintah

a. Kunjungan I 6-8 jam setelah melahirkan

- Mencegah perdarahan karena atonia uteri

- Mendeteksi penyebab lain perdarahan, rujuk apabila berlanjut

- Memberi konseling pada ibu dan keluarga bagaimana cara mencegah perdarahan

- Pemberian ASI awal

- Melakukan hubungan antara ibu dan bayinya

- Menjaga bayi tetap sehat dengan cara menceah hipotermi

- Bila petugas kesehaan yang menolong persalina, harus tinggal dengan ibu 2 jam petama sampai ibu stabil.

b. Kunnjungan II 6 hari setelah persalinan

- Memastikan involusi berjalan dengan normal

- Menilai adanya tanda-tanda infeksi

- Memastikan ibu menyusui dengan baik

- Memberi konseling KB mandiri

- Memastikan ibu cukup cairan, makanan dan istirahat

c. Kunjungan III 2 minggu setelah persalinan

- Memastikan involusi berjalan dengan normal

- Menilai adanya tanda-tanda infeksi

- Memastikan ibu menyusui dengan baik

- Memberi konseling KB mandiri

- Memastikan ibu cukup cairan, makanan dan istirahat

d. Kunjungan IV 6 minggu setelah persalinan

- Menenykan kepada ibu tentang penyakit yang di alami

- Memberi konseling KB

8. Adaptasi Psikologi Post Partum

- Periode poat partum menyebabkan strees

- Faktor-faktor yang mempengaruhi masa transisi :

· Dukungan dari keluarga dan teman

· Hubungan dari pengalaman melahirkan terhadap harapan dan aspirasi

· Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu

¨ Post Partum Menurut Rubben :

1. Fase Takking In

- Ibu tergantung pada orang lain

- Perhatian berfokus pada diri sendiri, pasif

- Terkenang pengalaman persalinan

- Butuh banyak nutrisi

- Belum ingin kontak dengan bayi

2. Fase Takking Hold

- masa antara tergantung dan mandiri

- Fokus Perhatian lebih luas

- Belajar mandiri dan inisiatif

- Bertanya tentang perawatan diri dan bayi

- Timbul kurang PD, berkata tidak mampu

- Fase tepat Healt Education

- Berlangsung kurang dari 10 hari

3. Fase Letting Go

- Memeperoleh peran dan tanggung jawab

- Kemandirian meningkat

- Penyesuaian keluarga dengan hadirnya bayi

¨ Post Partum Blues

Rasa kekecewaan, mudah tersinggung, sedih pasca post partum, berdampak nafsu makan turun, sulit tidur, post partum blues biasanya bersifat sementara dan bisa mempengeruhi 75 % sampai 80 % wanita melahirkan.

Fakor predisposisi dari post partum blues :

1. Perubahan biologis

Para ahli biologis telah melakuka penelitian tentang fluktiasi hormon dan tanda beberapa reaksi afeksi terhadap perubahan progesteron, Estradiol, kortisol, dan kadar prolaktin.

2. Stress

Pedukung teori stress berpendapat bahwa setiap peristiwa yang dapat menimbulkan stress, misalnya : Pembedahan, yang dapat merangsang timbulnya reaksi seperti blues.

3. Respon normal

Beberapa orang memandang blues sebagai peristiwa fisiologis normal berdasarkan respon yang meningkatkan naluri ibu dan bersifat protektif terhadap bayinya.

4. Sosial dan lingkungan

Masalah sosial lingkungan seperti tekanan dalam hubungan pernikahan dan hubungan keluarga, riwayat sindrom premenstruasi, rasa cemas, rasa takut tentang persalinan dan depresi selama masa hamil, dan penyesuaisan sosial yang buruk dapat merupakan faktor predisposisi

¨ Bounding attechment

- Bounding attechment / keterkatan awal / ikatan batin adalah suatu proses dimana sebagai hasil dari suatu interaksi terus menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling mencintai, memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan.

- Proses ikatan batin antara ibu dengan bayinya ini di awali dengan kasih sayang terhadap bayi yang di kandung, dan dapat di mulai sejak kehammilan.

- Beberapa pemikiran dasar dari keerikatan ini antara lain :

1. Keterikatan atau ikatan batin ini tidak di mulai saat kelahiran.

2. Kelahiran merupakan sebuah moment di dala kontinum keterikatan ibu dengan bayi ketika si bayi bergerak keluar dari dalam tubuhnya.

3. Hubungan antara ibu dan bayi adalah suatu simbiosisi yang saling membutuhkan.

- Ada 3 bagian dasar periode di mana keterikatan antara ibu dan bayi berkembang :

1. PERIODE PRANATAL

Merupakan periode selama kehamilan, dalam masa kehamilan, dalam masa prenatal ini katika wanita menerima fakta kehamilan dan mendefenisikan dirinya sebagai ibu, mengecek kehamilan, mengidentifikasikan bayionya sebagai individu yang berpisah dari dirinya, bermimpi dan berfantasi bengan bayinya serta membuat persiapan untuk bayi.

2. Waktu Kelahiran dan Sesaat Setelahnya

Keika persalinan secara langsung bepengaruh terhadap proses keterkaitan ketika kelahiran bayi. Faktor yang paling menonjol yang bisa berpengaruh keterkaitan selama periode ini adalah pengaruh pengobatan.

3. Post Partumdan Pengasuhan Awal

Suatu hubungan berkembang sering berjalannya waktu dan bergantung pada partisipasi kedua pihak yang terlebat. Ibu mulai berperan mengasuh bayinya dengan kasih sayang.

¨ SIBLING RIVALRY

Adalah merupakan suatu perasaan cemburu atau menjadi pesaing dengan bayi atau saudara kandungyang baru di lahirkan. Perasaan cemburu itupun dapat timbul terhadap sang ayah.

Hal yang dapat di informasikan:

1. Informasikan kehamilan dengan memperkenalkan kakaknya kepada bayi dalam kandungan , libatkan dia dalam kehamilan seperti: mengantar ke dokter, belaja baju bayi, dll.

2. Peluas lingkup sosial anak pertama.

3. Jujurlah soal perubahan fisik dan mental seperti gampang lelah, disertai minta maaf karena tidak bisa menggendongnya sesuka hati.

4. Di hari-hari pertama kelahiran bayi, bersikaplah sewajarnya.


14 comments:

Unknown said...

Tipsnya sangat membantu, thanks.
Blognya aq follow yaa,salam kenal :)

http://gaelby.blogspot.com

Unknown said...

waduh, mesti disimpan tipsnya nih

NOOR'S said...

Wah...kayaknya info sudah super lengkap nih ! eh..kalau pasca melahirkan jadi kurang nafsu makan, mengapa kebanyakan ibu2 setelah melahirkan kelihatan tambah gemuk ya ?

alam hangat & sehat selalu...

Nirmana said...

lengkap nih saran kesehatannya. nice post

Danil Edan said...

bsa di share ma mami gw ni klo pnya ade agie

la tahzan said...

sumgguh mendslsm penjelasannya :))

Three said...

kunjungan balik sahabat,

wuah informasi bwt masa depan saya nih :)

Admin said...

Inilah tugas berat buk bidan, merawat pasca persalinan. Oh ya, kalau saya mbak senangnya pasca persalinan ini, melakukan Breast care, hehe...(becanda).

windflowers said...

infonya keren..perawatan yg menangani pasca persalinan...utk si ibu yg dlm masa baby blue jg semoga dipahami dng baik oleh pasangannya...:)

Bunda Alfi said...

Info nya bagus sekali mba...makasih ya.

Unknown said...

biar istriku baca....aku print. thx.

lilis said...

Info yang sangat bermanfaat kawan..

NTRage03 said...

q cwok :D

abeng beng /arjopedal said...

makasih sobat dah mau berbagi

Post a Comment